Ku gelitik jari jemariku di atas etalase tak berkaca
Meraba sudut tak terjamah…
Bergulir harmonis bersama alunan syair hati
Membisu, terpana kaku dalam asa nan samar
mencoba tuk hentikan arus tak berarah
Karna hati tak ingin jatuh bersamanya
Tak mampu sanggupi diri untuk tetap ada
Tuk tetap bertahan dalam rimba rasa tak berujung
Ku teguhkan hati dalam pilu sesaat
Mengalun mesra meski kesendirian kian menjamahku
Menilik manja pada sebongkah cinta tak bersyarat
Membisik merdu kala rindu hanya membungkam raga
Entah bagaimana…
Diri ini tak mampu jelaskan bidiknya
Tak kuasa usir rasa nan berujung resah
Gelisah nan tak bisa terjelaskan kata
Tapi aku bisa apa?
Semua getarkan kencang lemahnya sisi hatiku
Runtuhkan balai keyakinan ini
Dan aku tau, hati pun tak menerka kuatnya rasa itu
Bukan tak punya hati, karna kau rasa…itulah aku
Bukan aku tak mengerti, karna pikir ini tak lagi berdenah
Bukan kau, tapi sisi lain dirimu
Apa aku tak mampu tuk imbangi ini?
Hingga lagi dan lagi, terpaku sendu
Dalam lirik kecil sang pujangga
Tiada sapa, tiada senyum di antaranya
Dan aku tak akan menangis
Mengiba dalam tunduk kesedihan
Karna ku akan diam, Adam
Seperti dulu, saat pandang pertama diantara kita.
Meraba sudut tak terjamah…
Bergulir harmonis bersama alunan syair hati
Membisu, terpana kaku dalam asa nan samar
mencoba tuk hentikan arus tak berarah
Karna hati tak ingin jatuh bersamanya
Tak mampu sanggupi diri untuk tetap ada
Tuk tetap bertahan dalam rimba rasa tak berujung
Ku teguhkan hati dalam pilu sesaat
Mengalun mesra meski kesendirian kian menjamahku
Menilik manja pada sebongkah cinta tak bersyarat
Membisik merdu kala rindu hanya membungkam raga
Entah bagaimana…
Diri ini tak mampu jelaskan bidiknya
Tak kuasa usir rasa nan berujung resah
Gelisah nan tak bisa terjelaskan kata
Tapi aku bisa apa?
Semua getarkan kencang lemahnya sisi hatiku
Runtuhkan balai keyakinan ini
Dan aku tau, hati pun tak menerka kuatnya rasa itu
Bukan tak punya hati, karna kau rasa…itulah aku
Bukan aku tak mengerti, karna pikir ini tak lagi berdenah
Bukan kau, tapi sisi lain dirimu
Apa aku tak mampu tuk imbangi ini?
Hingga lagi dan lagi, terpaku sendu
Dalam lirik kecil sang pujangga
Tiada sapa, tiada senyum di antaranya
Dan aku tak akan menangis
Mengiba dalam tunduk kesedihan
Karna ku akan diam, Adam
Seperti dulu, saat pandang pertama diantara kita.

0 komentar:
Posting Komentar