Ku hela nafas di sepertiga kenangan itu Masih bersua pada takdir tak menentu Merintih, meski tak terdengar Mengiba, meski tak terlihat Ku lukiskan segala rasa takut dalam benakku Tak mudah tuk mengungkapkan segala resah dalam sujudku Dalam nelangsa kalbu, ku lantunkan jerit asa pada relung duka Sebab lidah kelu, tak mampu berucap meski tak bersandar dusta Aku mencintaimu…
Minggu, 20 Januari 2013
[Puisi] Nelangsa Cinta Semusim
Label:
Seni dan Sastra
Langganan:
Postingan (Atom)
