Jung Won mengetuk pintu. Tak ada jawaban. Semuanya senyap dan hanya terdengar denting suara yang berasal dari lift hotel tersebut. Ruang kamar berlabel President Room itu sepi. Tak terlihat ada satu pun orang di dalamnya.
"Tae Gong Shil?" panggil lelaki bertubuh atletis ini. Hatinya tenang beberapa saat, kemudian mulai gempar karena tak menemukan satu pun tanda keberadaan tunangannya tercinta itu.
"Tae Gong Shil!!!??" ia memanggilnya berkali-kali, dan tindakannya pun mulai mencerminkan karakter dirinya yang memang sangat tidak sabar.
"Ada apa, perisai pelindung-ku?" Terlihat perempuan itu dengan tenang keluar dari kamar mandi dengan mengenakan gaun putih yang akan menjadi gaun terindah di pernikahannya. Jung Won terdiam dan dengan sigap memeluknya. Tubuhnya gemetar dan sangat tak kuasa menahan segala pikiran aneh yang seketika bersarang di otaknya.
"Jangan biasakan dirimu untuk membuatku selalu khawatir seperti ini, Gong Shil...aku takut sesuatu yang aneh terus mengikutimu dan membuatmu harus tak tidur lagi semalaman. Lihat wajah pucatmu... kau perlu istirahat, sayang." Dengan ekspresi sinis yang terlihat tak peduli sedikit pun, Jung Won berkata demikian. Lelaki ini selalu dingin terhadap wanita, terlebih kepada wanita-wanita yang sebelumnya sudah berulang kali diperkenalkan kepadanya oleh sang bibi. Dalam bayangan masa lalu, betapa ia dikenal sebagai lelaki dengan kutukan hebat Cha Hee Joo, cinta pertamanya yang kala itu sudah meninggal dunia akibat kecelakaan hebat saat menyelamatkan Jung Won dalam tragedi penculikan. Sejak saat itu, ia tak pernah mampu membuka hatinya dan selalu hanya berpikir untuk mau mendekati wanita yang baginya menguntungkan dari segi financial, meskipun tak ada nama 'cinta' di antaranya. saat bertemu dengan Tae Gong Shil yang sangat aneh dan berkemampuan melihat hantu, Jung Won pun jatuh hati dengan berbagai cara sederhana yang perlahan membuat ia benar-benar terperangkap dalam hati wanita bergelar "Matahari Besar" itu.
"Saat aku terjebak dalam gelapnya dunia itu, kau menjadi cahaya terang menuntunku keluar dengan tawaran yang berbeda. Kembali kesana, atau menikah denganmu dan tinggal disisimu selamanya. Meski sudah ku putuskan untuk tetap disampingmu, dan meskipun saat ini arwah-arwah itu masih bergentayangan memohon bantuanku, saat itu juga kau biarkan aku untuk tak memilih satu pun tawaran itu, tapi kau tetap membawaku dengan cahaya yang benar-benar terang. Kau tetap melindungiku dan aku? aku tetap tak ingin menjauh darimu selangkah pun..." Jung Won tersenyum. Perempuan cantik yang ia tatap saat ini benar-benar tak hanya berkeahlian aneh, tapi juga mampu menaklukkan rasa khawatir yang berlebihan dari dalam hatinya. Ia pun kembali memeluk Tae Gong Shil yang satu bulan lagi akan ia nikahi.
"Tae Gong Shil?" panggil lelaki bertubuh atletis ini. Hatinya tenang beberapa saat, kemudian mulai gempar karena tak menemukan satu pun tanda keberadaan tunangannya tercinta itu.
"Tae Gong Shil!!!??" ia memanggilnya berkali-kali, dan tindakannya pun mulai mencerminkan karakter dirinya yang memang sangat tidak sabar.
"Ada apa, perisai pelindung-ku?" Terlihat perempuan itu dengan tenang keluar dari kamar mandi dengan mengenakan gaun putih yang akan menjadi gaun terindah di pernikahannya. Jung Won terdiam dan dengan sigap memeluknya. Tubuhnya gemetar dan sangat tak kuasa menahan segala pikiran aneh yang seketika bersarang di otaknya.
"Jangan biasakan dirimu untuk membuatku selalu khawatir seperti ini, Gong Shil...aku takut sesuatu yang aneh terus mengikutimu dan membuatmu harus tak tidur lagi semalaman. Lihat wajah pucatmu... kau perlu istirahat, sayang." Dengan ekspresi sinis yang terlihat tak peduli sedikit pun, Jung Won berkata demikian. Lelaki ini selalu dingin terhadap wanita, terlebih kepada wanita-wanita yang sebelumnya sudah berulang kali diperkenalkan kepadanya oleh sang bibi. Dalam bayangan masa lalu, betapa ia dikenal sebagai lelaki dengan kutukan hebat Cha Hee Joo, cinta pertamanya yang kala itu sudah meninggal dunia akibat kecelakaan hebat saat menyelamatkan Jung Won dalam tragedi penculikan. Sejak saat itu, ia tak pernah mampu membuka hatinya dan selalu hanya berpikir untuk mau mendekati wanita yang baginya menguntungkan dari segi financial, meskipun tak ada nama 'cinta' di antaranya. saat bertemu dengan Tae Gong Shil yang sangat aneh dan berkemampuan melihat hantu, Jung Won pun jatuh hati dengan berbagai cara sederhana yang perlahan membuat ia benar-benar terperangkap dalam hati wanita bergelar "Matahari Besar" itu.
"Saat aku terjebak dalam gelapnya dunia itu, kau menjadi cahaya terang menuntunku keluar dengan tawaran yang berbeda. Kembali kesana, atau menikah denganmu dan tinggal disisimu selamanya. Meski sudah ku putuskan untuk tetap disampingmu, dan meskipun saat ini arwah-arwah itu masih bergentayangan memohon bantuanku, saat itu juga kau biarkan aku untuk tak memilih satu pun tawaran itu, tapi kau tetap membawaku dengan cahaya yang benar-benar terang. Kau tetap melindungiku dan aku? aku tetap tak ingin menjauh darimu selangkah pun..." Jung Won tersenyum. Perempuan cantik yang ia tatap saat ini benar-benar tak hanya berkeahlian aneh, tapi juga mampu menaklukkan rasa khawatir yang berlebihan dari dalam hatinya. Ia pun kembali memeluk Tae Gong Shil yang satu bulan lagi akan ia nikahi.
***

0 komentar:
Posting Komentar