Ku hela nafas di sepertiga kenangan itu Masih bersua pada takdir tak menentu Merintih, meski tak terdengar Mengiba, meski tak terlihat Ku lukiskan segala rasa takut dalam benakku Tak mudah tuk mengungkapkan segala resah dalam sujudku Dalam nelangsa kalbu, ku lantunkan jerit asa pada relung duka Sebab lidah kelu, tak mampu berucap meski tak bersandar dusta Aku mencintaimu…
sederhana namun indah Andai memang tak terjamah, kerap kali ku berharap kau mampu memahaminya dengan mudah Mengerti, tanpa harus ku buat kau meragu Adam, hawa ini berpacu dalam bidik keraguan Merintih, menjerit, mengerang akan luka bersimbah garam Menghentikan sejenak langkah…
menatap pilu pada sembari cinta semusim Aku lemah…
terdiam Ada serumpun duka nan tak mampu terjelaskan Ada serimba asa nan samar, memekik sedikit rasa di hati Membahana, mengguncang nirwana pandang terhadapmu Aku terdiam…
membisu Katakan jika aku harus menunggu…
ucapkan jika aku harus bersabar Seutuhnya ku pahami sikapmu, ku layangkan sekian banyak tanya Bukan dirimu…
tetapi waktulah sang penjawab terbaik tuk semua keadaan Hingga jiwa ini merambah pada ambang kegundahan nan kian menguasai jalan pikiranku…
Sungguh, ketakutan ini kian berpadu pada batas kerisauan hatiku Ijinkanlah separuh nafas menghela panjang, biarkan sembilu luka tetap menjalar Meski kau hilang dan takkan kembali juga, jadilah kau takdir terindah dalam hidupku.
sederhana namun indah Andai memang tak terjamah, kerap kali ku berharap kau mampu memahaminya dengan mudah Mengerti, tanpa harus ku buat kau meragu Adam, hawa ini berpacu dalam bidik keraguan Merintih, menjerit, mengerang akan luka bersimbah garam Menghentikan sejenak langkah…
menatap pilu pada sembari cinta semusim Aku lemah…
terdiam Ada serumpun duka nan tak mampu terjelaskan Ada serimba asa nan samar, memekik sedikit rasa di hati Membahana, mengguncang nirwana pandang terhadapmu Aku terdiam…
membisu Katakan jika aku harus menunggu…
ucapkan jika aku harus bersabar Seutuhnya ku pahami sikapmu, ku layangkan sekian banyak tanya Bukan dirimu…
tetapi waktulah sang penjawab terbaik tuk semua keadaan Hingga jiwa ini merambah pada ambang kegundahan nan kian menguasai jalan pikiranku…
Sungguh, ketakutan ini kian berpadu pada batas kerisauan hatiku Ijinkanlah separuh nafas menghela panjang, biarkan sembilu luka tetap menjalar Meski kau hilang dan takkan kembali juga, jadilah kau takdir terindah dalam hidupku.


0 komentar:
Posting Komentar